tapi mungkin gua lagi dikasih pelajaran biar ga kebanyakan bengong.
gua kangen sama Tata sampe rasanya pengen nangis jerit-jerit saking ga tahannya, kenapa dia harus baru pulang sebulan lagi sih?
tapi mungkin gua lagi diajarin buat sabar, lagian dia uda BB on sekarang.
gua masih kesel sampe sekarang, kenapa gua harus dipisahin dari temen terbaik gua coba?
tapi mungkin gua lagi diajarin buat jadi orang mandiri dan ga cuma bisanya stick sama orang yang itu-itu aja tanpa bisa berdiri sendiri.
gua suka bingung kenapa gua ga sama kaya orang-orang lain. kenapa gua ga secantik, sesupel, sepede, sekaya orang lain.
tapi mungkin guanya aja yang lupa kalo masih ada yang lebih ga sempurna daripada gua.
gua suka sedih kalo sadar gua ga sebaik hati orang lain.
tapi mungkin gua diciptakan begini karena emang ada orang yang butuh gua begini adanya.
gua cenderung menghindari orang orang yang buruk. yang terkucilkan. yang dijauhi. yang berbeda. yang ingin berubah tapi tidak tahu bagaimana caranya.
tapi mungkin orang orang seperti itu yang memerlukan gua. mungkin gua bisa mengubah mereka. gua pun bukan orang sempurna. tapi bukankah dua orang dengan ketidaksempurnaan yang memiliki kemauan dan tekad untuk memperbaiki diri lebih berharga daripada satu orang sempurna?
gua selalu berpikir gua butuh seseorang yang sempurna untuk berada di sisi gua, untuk membuat gua lebih baik.
tapi mungkin orang seperti itu justru tidak bisa membuat gua lebih baik. bagaimana mereka bisa memperbaiki gua kalau tidak pernah tahu rasanya melakukan kesalahan?
kenapa gua merasa bahwa dengan mencari ke 'bawah', gua justru akan menemukan jalan ke 'atas'?
You're fuckin' perfect to me :)
ReplyDelete